Tebing Breksi: Bekas Penambangan Batu yang Mempesona

tebing-breksi-03

Jika kamu sedang mencari alternatif wisata baru di Jogja, Tebing Breksi mungkin bisa di pilihan.

Berwisata ke Jogja ternyata bukan cuma tentang pantai cantik dan belanja batik.  Sebagai kota dengan perkembangan pariwisata yang terbilang cepat, Jogja selalu punya alternatif wisata baru setiap tahunnya. Sejak tahun lalu, Tebing Breksi mulai menjadi primadona destinasi wisata di Jogja. Tempat wisata yang baru diresmikan sekitar satu tahun lalu ini sudah banyak dikunjungi oleh traveler dari kawasan Jogja dan sekitarnya. Tempat wisata yang populer di kalangan anak muda ini menawarkan pesona pemandangan alam yang unik dari atas tebing serta spotfoto menarik yang dijamin akan menambah kecantikan feed instagram kamu.

Jika kamu mencari alternatif tempat wisata yang asyik untuk berfoto di Jogja, simak penelusuran Caption tentang si primadona baru destinasi wisata Jogja ini, si cantik Tebing Breksi.

Menuju Tebing Breksi

Taman Tebing Breksi terletak di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Tebing yang terletak sekitar tujuh kilometer di  sebelah selatan Candi Prambanan ini dapat dicapai kurang lebih sekitar 45 menit dari Kota Jogja dengan kendaraan bermotor. Untuk menuju Tebing Breksi, kendaraan pribadi memang jadi pilihan utama karena tidak ada transportasi umum yang menuju ke sini.

Rute yang paling mudah untuk menuju Tebing Breksi adalah melalui kawasan Candi Prambanan. Dari Kota Jogja, kamu cukup berkendara menuju Candi Prambanan, ketika sudah sampai di pertigaan Pasar Prambanan, beloklah ke kanan ke arah Piyungan. Sekitar 3 kilometer dari pertigaan tadi, kamu akan menemukan papan petunjuk arah menuju Candi Ijo. Kamu cukup mengikuti petunjuk tersebut dan akan dengan mudah menemukan Tebing Breksi di sebelah kiri jalan.

Tebing Cantik Bekas Lokasi Penambangan Batu

tebing breksi

Foto oleh: Suci Octaviany via Instagram

Ketika kamu melangkahkan kaki ke Taman Tebing Breksi, kamu akan melihat struktur tebing batu setinggi 20 meter. Tebing berwarna putih ini terlihat berkilau di bawah sinar matahari, membuatnya menjadi spot foto yang unik bagi para traveler.

Sebelum menjadi tempat wisata, tebing batu ini adalah lokasi penambangan batu yang dikelola oleh masyarakat.Kegiatan penambangan telah dihentikan mulai beberapa tahuyn lalu karena para peneliti menemukan bahwa bukit batu ini adalah hasil dari letusan Gunung Api Purba Nglanggeran dan Gunung Merapi. Hal ini membuat kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya yang dilindungi. Meskipun aktivitas penambangan sudah dihentikan, sisa pahatan dan ukiran masih jelas terlihat. Hal ini menambah keindahan dari tempat wisata ini. 

Pesona Keindahan Tebing Breksi  

kecantikan tebing breksi

Foto oleh: Yuniico Satya via Instagram

Setelah penambangan dihentikan, Tebing Breksi mulai dikembangkan menjadi suatu obyek wisata. Daya tarik utama dari obyek wisata ini adalah struktur tebing yang unik dengan hasil kikisan penambangan yang menghasilkan corak yang menarik pada dinding tebing. Selain itu kamu juga dapat menikmati panorama keindahan alam dari atas tebing. Dari sini kamu akan dapat menikmati pemandangan sekitar, bahkan melihat candi-candi yang berada di sekitar tebing, seperti Candi Ijo, Candi Barong dan Candi Prambanan.

Selain menawarkan pemandangan yang mempesona, Tebing Breksi juga cocok bagi kamu yang suka berfoto. Terdapat banyak spot foto yang dapat kamu jadikan sebagai lokasi foto. Salah satunya adalah berfoto dengan latar belakang dinding tebing yang memiliki warna yang unik. Spot lain yang jangan sampai terlewat adalah Tlatar Seneng yang merupakan sebuah panggung pertunjukan terbuka di berada di dekat tebing. Selain itu kamu juga dapat berfoto di anak tangga yang menuju ke puncak tebing. Pemandangan dari puncak tebing juga layak kamu abadikan sebagai latar belakang fotomu.

Menikmati Pesona si Primadona

tangga tebing breksi

Foto oleh: Walidafauzy via Instagram 

Waktu terbaik untuk menikmati keindahan Tebing Breksi adalah dengan berkunjung di waktu sore hari. Karena struktur batuan yang memantulkan cahaya, berkunjung di siang hari tidak terlalu direkomendasikan karena panas yang menyengat akan menyambutmu. 

Jika kamu akan berkunjung di siang hari, jangan lupa untuk membawa penutup kepala untuk melindungimu dari teriknya sinar matahari.

Sementara itu, jika kamu datang di sore hari, suhu udara biasanya sedikit lebih sejuk dan tidak terlalu panas. Selain itu keindahan guratan di tebing juga akan makin terlihat indah karena disinari sinar matahari yang perlahan tenggelam.

Kamu tidak perlu mengeluarkan banyak untuk menikmati pesona Tebing Breksi. Kamu cukup membayar tiket parkir untuk kendaraan sebesar Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil, serta membayar tiket masuk seikhlasnya. Kalau kamu akan mengunjungi Tebing Breksi, sebaiknya kamu menggunakan alas kaki yang nyaman serta tidak licin. Hal ini supaya kamu dapat nyaman dan aman ketika melangkah di atas bebatuan yang ada. Selain itu kamu juga perlu berhati-hati dan tidak berjalan terlalu ke tepi.

Jadi, bagaimana menurutmu? Apa pendapatmu tentang si Primadona baru wisata Jogja ini?

YOU MIGHT ALSO LIKE

4 Comments

Leave A Comment

Your email address will not be published.